Green Company PT Benefita Indonesia

Green Company PT Benefita Indonesia

Green Company saat ini adalah sebuah keharusan bagi perusahaan karena terkait dengan keberlanjutan bisnis, dengan mengelola faktor lingkungan sehingga tidak mencemari dan merusak lingkungan baik pada saat diproduksi ataupun pada saat produk atau jasa tersebut digunakan oleh pelanggan bahkan sampai ketika dibuang (disposal).

Langkah awal untuk membangun Green Company bisa menggunakan berbagai tolok ukur, misalnya: PROPER, ISO 26000 (khususnya yang terkait dengan lingkungan), Green Industry untuk Manufaktur, Indikator Ramah Lingkungan untuk Tambang Batubara (PerMen LH 04/2012), Bangunan Ramah Lingkungan (PerMen LH 08/2010), dan lain-lain.

Di berbagai media baik surat kabar, majalah, televisi dan company profile bahkan dimedia sosial, perusahaan mengkomunikasikan dirinya sebagai perusahaan yang ramah lingkungan atau perusahaan hijau (Green Company). Ada perusahaan yang mengkomunikasikannya karena mendapatkan sertifikat ISO 14001, mendapatkan PROPER Hijau atau Emas, menggunakan bahan-bahan Non B3, konsumsi energi produknya yang kecil, emisi kendaraan distribusi produk yang memenuhi standar, menanam jutaan pohon, dll.

Tidak ada yang salah dengan komunikasi perusahaan tersebut, tetapi pahamkah perusahaan, pelanggan dan stakeholders lainnya mengenai klaim Green Company tersebut? Pada posisi diametral tidak sedikit kampanye negatif oleh berbagai stakeholders yang terkait dengan pencemaran dan perusakan lingkungan baik terhadap perusahaan maupun terhadap produk atau jasa.

Keterkaitan yang sangat erat antara faktor lingkungan, ekonomi dan sosial (triple bottom line), memungkinkan perusahaan membangun Green Company pada level perusahaan dan sekaligus pada produk dan jasanya. Bila perusahaan membangun Green Company secara spesifik dan konsisten maka akan memberikan daya saing terhadap bisnis secara berkesinambungan dan disisi lain akan menghapuskan kampanye negatif terhadap perusahaan.

Terakhir, perusahaan dituntut untuk mampu mengkomunikasikan Green Company kepada stakeholders baik internal perusahaan maupun eksternaldimana pemahamannya sangat beragam. Banyak stakeholders yang memang pakar untuk mengkritisi Green Company dan tidak sedikit yang asal bunyi tanpa didukung alasan-alasan yang memadai dan dapat dipertanggung jawabkan.

Setiap perusahaan yang akan mengaplikasikan Green Company harus mempunyai kompetensi:

  • Menguasai¬† tahapan penerapan Green Company
  • Mengidentifikasi faktor lingkungan yang dapat dijadikan daya saing untuk perusahaan dan produk & jasa serta mampu melakukan benchmarking
  • Mampu membuat rencana Green Company dan mengkomunikasikannya kepada stakeholders.

Untuk info lebih lanjut hubungi :

  • Eni, Mobile: 081310138048
  • http://www.pelatihanlingkungan.com
  • email: eniendriyeni@benefita.com
  • Comments
  • About post
Leave a Reply

posted on December 14, 2013
in Training
tagged , ,
about author Proper
All posts by this author

2013 © Training Proper PT.Benefita Indonesia