Kriteria PROPER Biru Pada Pengendalian Pencemaran Udara

Kriteria PROPER Biru Pada Pengendalian Pencemaran Udara

Aspek ketaatan terhadap sumber emisi.

Memantau semua sumber emisi 100%.

Aspek ketaatan terhadap parameter

  1. Memantau (100%) seluruh parameter yang dipersyaratkan:
    • untuk sektor yang mempunyai baku mutu spesifik mengacu kepada baku mutu emisi spesifik;
    • Untuk sektor yang belum mempunyai baku mutu spesifik mengacu kepada baku mutu Amdal atau UKL-UPL, jika dokumen Amdal atau UKL-UPL tidak mencantumkan baku mutu maka menggunakan baku mutu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 1995 Lampiran V huruf B., kecuali genset mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 Lampiran I huruf a.
    • Bagi emisi yang bersumber dari proses pembakaran dengan kapasitas < 25 MW atau satuan lain yang setara yang menggunakan bahan bakar gas, tidak wajib mengukur parameter sulfur dioksida dan total partikulat jika kandungan sulfur dalam bahan bakar kurang dari atau sama dengan 0,5% berat.

    Aspek ketaatan terhadap jumlah data tiap parameter yang dilaporkan.
    1. Melaporkan data secara periodik:
      • Pemantauan CEMS, setiap 3 bulan tersedia data paling sedikit 75% dari seluruh data pemantauan rata-rata harian (100%) (data dianggap valid apabila dalam sehari minimal tersedia 18 jam pengukuran).
      • Pemantauan manual, paling sedikit dilakukan 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan, kecuali proses pembakaran dengan:
        • a. kapasitas desain < 570 KW pemantauan dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun;
          b. kapasitas desain 570 KW < n < 3 MW pemantauan dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun;
          c. kapasitas desain > 3 MW pemantauan dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan;

        Pelaporan unit Ketel uap yang beroperasi < 6 bulan pengujian paling sedikit 1 kali dalam 1 tahun.

    2. Menghitung beban pencemaran untuk industri yang wajib dalam peraturan

    Aspek ketaatan terhadap baku mutu.
    1. Memenuhi Baku Mutu Emisi Udara (BMEU) 100% untuk pemantauan manual tiap sumber emisi. Bagi pemantauan yang wajib CEMS, yaitu: data hasil pemantauan memenuhi ≥ 95% ketaatan dari data rata-rata harian yang dilaporkan dalam kurun waktu 3 bulan waktu operasi.
    2. Memenuhi beban pencemaran dalam peraturan.

    Ketaatan terhadap ketentuan teknis.
    1. Menaati semua persyaratan teknis cerobong.
    2. Memasang dan mengoperasikan CEMS bagi industri:
      • unit regenerator katalis (unit Perengkahan katalitik alir);
      • unit pentawaran sulfur;
      • proses pembakaran dengan kapasitas > 25 MW dan apabila kandungan sulfur > dari 2% untuk seluruh kapasitas;
      • peleburan baja;
      • pulp dan kertas;
      • pupuk;
      • semen; dan
      • carbon black.
    3. Peralatan CEMS beroperasi normal.
    4. Semua sumber emisi non fugitive emisi harus dibuang melalui cerobong.
    5. Menggunakan jasa laboratorium yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh gubernur.
    6. Memenuhi sanksi administrasi sampai batas waktu yang ditentukan.
    7. Jika CEMS rusak wajib melaksanakan pemantauan manual kualitas emisi setiap 3 bulan sekali selama 1 tahun periode penilaian.
      • Comments
      • About post
      Leave a Reply

      posted on January 16, 2014
      in Berita, Blog
      about author Proper
      All posts by this author

2013 © Training Proper PT.Benefita Indonesia