Kriteria PROPER Merah Pada Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Bag II

Kriteria PROPER Merah Pada Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Bag II

Perusahaan akan memperoleh proper merah jika memenuhi kriteria aspek -aspek di bawah ini :

Aspek standar Mutu produk dan/atau atau kualitas limbah B3 untuk pemanfaatan:

  • Pemenuhan terhadap standard (misalnya: kuat tekan, toleransi kadar Pencemar dalam limbah B3 yang akan dimanfaat kan, dan lain-lain);
  • Frekuensi pengukuran atau pengujian.

Tidak memenuhi salah satu persyaratan standar mutu.

Aspek open dumping, pengelolaan tumpahan, dan penanganan media terkontaminasi limbah B3:

  • Rencana pengelolaan;
  • pengelolaan ceceran;
  • jumlah ceceran.

  1. Memiliki rencana pengelolaan penanganan tanah terkontaminasi dan tumpahan (spill).
  2. Pelaksanaan clean up dan pemulihan lahan terkotaminasi limbah B3 tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan/atau tertunda karena alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Pelaksanaan clean up dan/atau pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  4. Jumlah atau volume tanah terkontaminasi tidak tercatat dengan baik.
  5. Tidak melakukan dan/atau sebagian kewajiban SSPLT (Surat Status Penyelesaian Lahan Terkontaminasi).

Aspek jumlah limbah B3 yang dikelola sesuai dengan peraturan perundang-undangan (%).

  1. Jumlah atau volume limbah B3 yang dikelola 100%> x > 50% sesuai ketentuan.
  2. Tidak seluruh jenis limbah B3 dilakukan pengelolaan.
  3. Neraca limbah B3 tidak sesuai dengan periode penilaian.

Aspek pengelolaan limbah B3 oleh pihak ke-3 yaitu:

  • Pengelolaan melalui pengumpul limbah B3.
  • Pengelolaan langsung kepada pengelola lanjut (pemanfaat, pengolah, atau penimbun) limbah B3.
  • Pengangkutan limbah B3.
  • Penggunaan dokumen atau manifest limbah B3.
  1. Pihak ke-3 pengumpul yang ditunjuk:

    • izin habis masa berlaku;
    • jenis limbah B3 yang dikumpulkan tidak sesuai dengan izin yang berlaku;
    • tidak memiliki kontrak kerjasama yang sah dengan pihak pemanfaat, pengolah atau penimbun;
    • penghasil tidak memiliki kontrak kerjasama dengan pengumpul;
    • pengumpul sedang dalam masalah pencemaran lingkungan.

  2. Pihak ketiga pengelola lanjut limbah B3:
    • mempunyai izin yang habis masa berlaku;
    • jenis limbah yang dikelola tidak sesuai dengan izin yang dimiliki;
    • penghasil tidak memiliki kontrak kerjasama dengan pengelola lanjut (pengolah, pemanfaat, atau penimbun);
    • sedang dalam masalah pencemaran lingkungan.

  3. Pihak ketiga Jasa Pengangkutan limbah B3:
    • izin pengangkutan dari kementerian perhubungan habis masa berlakunya;
    • jenis limbah B3 yang diangkut tidak sesuai dengan izin;
    • alat angkut yang dipergunakan tidak sesuai dengan rekomendasi/izin yang diberikan;
    • wilayah pengangkutan sesuai dengan rekomendasi/izin yang diberikan; atau
    • menggunakan dokumen/manifest limbah B3 tidak sesuai dengan rekomendasi.

  4. Dokumen limbah B3 (manifest) dan cara pengisian tidak sesuai dengan ketentuan Kepdal Nomor 02 Tahun 1995. Tetap melakukan penggunaan dokumen limbah B3 (manifest) yang tidak sesuai dengan ketentuan Kepdal Nomor 02 Tahun 1995 kesalahan dari tahun sebelumnya).

Aspek dumping, open burning, dan pengelolaan limbah B3 dengan cara tertentu:

  • izin dumping;
  • jumlah/limbah B3 yang di dumping.

  1. Telah mengajukan izin, namun belum menyelesaikan ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatannya.
  2. Telah menghentikan kegiatan open burning dan mengolah limbah tersebut namun tidak sesuai dengan rencana detil penyelesaian dalam kurun waktu tertentu.

  • Comments
  • About post
Leave a Reply

posted on January 16, 2014
in Berita, Blog
about author Proper
All posts by this author

2013 © Training Proper PT.Benefita Indonesia