Perizinan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Perizinan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yang selanjutnya disebut limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.

Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3. Pemanfaatan Limbah B3 sebagai kegiatan utama adalah kegiatan usaha yang mempergunakan limbah B3 sebagai bahan material utama dalam proses kegiatan yang menghasilkan suatu produk. Penghasil limbah B3 adalah orang yang usaha dan/atau kegiatannya menghasilkan limbah B3. Produk antara adalah suatu produk dari suatu proses pemanfaatan limbah B3 yang belum menjadi produk akhir yang masih akan digunakan sebagai bahan baku oleh industri dan/atau kegiatan lainnya dan telah memenuhi SNI, standar internasional, atau standar lain yang diakui.

Jenis kegiatan pengelolaan limbah B3 yang wajib dilengkapi dengan izin terdiri atas kegiatan:

  1. Pengangkutan

    Wajib memiliki izin dari Menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan setelah mendapat rekomendasi dari Menteri.

  2. Penyimpanan sementara;

    Wajib memiliki izin dari Bupati/Walikota.

  3. Pengumpulan;
    • telah tersedia teknologi pemanfaatan limbah B3; dan/atau
    • telah memiliki kontrak kerja sama dengan pihak pengolah dan/atau penimbun limbah B3.
  4. Pemanfaatan;
    • kegiatan utama; atau
    • bukan kegiatan utama.
  5. Pengolahan; dan
  6. Penimbunan.

Usaha dan/atau kegiatan yang menggunakan produk dan/atau produk antara yang dihasilkan dari usaha dan/atau kegiatan pemanfaatan limbah B3 tidak diwajibkan memiliki izin. Produk harus telah melalui suatu proses produksi dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), standar internasional, atau standar lain yang diakui oleh nasional atau internasional.

Perusahaan yang kegiatan utamanya pengelolaan limbah B3 dan/atau mengelola limbah B3 yang bukan dari kegiatan sendiri wajib memiliki asuransi pencemaran lingkungan hidup terhadap atau sebagai akibat pengelolaan limbah B3. Batas pertanggungan/tanggung jawab ditetapkan paling sedikit Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Perusahaan yang kegiatan utamanya berupa pengelolaan limbah B3 dan/atau mengelola limbah B3 yang bukan dari kegiatan sendiri wajib memiliki :

  • laboratorium analisa atau alat analisa limbah B3 di lokasi kegiatan; dan
  • tenaga yang terdidik di bidang analisa dan pengelolaan limbah B3.

Artikel terkait : Izin lingkungan
  • Comments
  • About post
Leave a Reply

posted on January 27, 2014
in Berita, Blog
about author Proper
All posts by this author

2013 © Training Proper PT.Benefita Indonesia