Sustainable Consumption And Production Indonesia

Sustainable Consumption And Production Indonesia

SCP merupakan salah satu sub-tema aksi perwujudan Pembangunan Berkelanjutan pada Deklarasi Rio pada tahun 1992. Lalu pada tahun 2012 penerapannya dilanjutkan dan dikuatkan dengan Johannesburg Plan of Implementation. Penerapan SCP dengan upaya pengentasan kemiskinan da green company dikaitkan pada Koferensi United Nation Conference on Sustainable Development.

Sesuai dengan Resolusi PBB Nomor 66/288 mengambil dokumen dari Deklarasi Rio "The Future We Want", termasuk juga paragraf 226 tentang "the 10 years framework of programmes on sustainable consumption patterns" (10 YFP SCP) sebagai agenda kerja internasional.

Hasil pertemuan "High Level Panel of Eminent Persons (HLPEP) on the post-2015 development agenda" yang diadakan di Bali pada tahun 2013 telah memuat SCP sebagai salah satu pilar utama bagi post-2015 development agenda dan berpotensi menjadi komponen dari sustainable Development Goals".

Perkembangan SCP di Indonesia

Di Indonesia KLH (Kantor Lingkungan Hidup) ditunjuk sebaga focal point dalam penerapan SCP. Oleh karena itu tahun 2012 KLH mengkoordinasikan Forum SCP Indonesia. Sasaran kerjanya adalah National Action Plan, termasuk pengembangan infrastruktur informasi terpadu antar pihak tentang koleksi sumber daya untuk penerapan SCP (Indonesian SCP Resource Pool).

Penerapan SCP secara teknis bekerja sama dengan UNEP, UNINDO, European Union, Pemerintah Jerman, Pemerintah Jepang, Pemerintah Swiss, ASEAN, Asia Pasific Roundtable on SCP (APRSCP), ISO, dan Global Ecolabelling Network (GEN).

Perangkat penerapan SCP yang telah dikembangkan oleh KLH:

  • Produksi Bersih (Eko-efisiensi), Verifikasi Kinerja Teknologi Ramah Lingkungan, dan Sistem Manajemen Lingkungan untuk penerapan produksi berkelanjutan;
  • Kriteria Ekolabel untuk sertifikasi produk ramah lingkungan dan pengadaan barang/jasa ramah lingkungan untuk penerapan konsumsi berkelanjutan;
  • Sistem Kompetensi Keahlian dan Lembaga Penyedia Jasa untuk penyediaan Sumberdaya Manusia (SDM) yang kompeten;
  • Pembinaan dan peningkatan kapasitas produsen dan konsumen, termasuk pihak pendukung, misalnya sektor pembiayaan (“green banking”).

Tujuan 10Y SCP INDONESIA

Memperkuat komitmen penerapan SCP di Indonesia dalam agenda pembangunan nasional dan memajukan peran Indonesia sebagai pemimpin global dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Isi 10Y SCP INDONESIA

Peta jalan Indonesia dalam periode waktu 2013 – 2023 untuk pengarusutamaan penerapan SCP dalam agenda pembangunan nasional dan pelaksanaan beberapa kebijakan/program nasional prioritas secara bertahap.

Visi 10Y SCP INDONESIA

Mewujudkan penerapan SCP dalam agenda pembangunan nasional Indonesia, dengan orientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui perubahan perilaku produksi dan konsumsi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Misi 10Y SCP INDONESIA

2013 – 2023 adalah menjadi tahap pertama integrasi penerapan SCP dalam beberapa program nasional “Quick Wins” dan menyediakan model bagi integrasi penerapan SCP dalam program nasional lainnya.

Strategi 10Y SCP INDONESIA
  • “Quick Wins”, mencakup beberapa program yang berorientasi pada aksi dan dampak yang membawa perubahan signifikan dengan indikator yang “tangible”, terukur, terverifikasi dengan peran aktif berbagai pihak pemangku kepentingan, termasuk kelompok warga masyarakat; Usulan tahap awal: green building, green procurement, green industry, green tourism.
  • Manajemen aset untuk penerapan SCP di Indonesia dengan dukungan dan peran aktif segenap pemangku kepentingan;
  • Memajukan kemitraan regional dan internasional;
  • Menjadi kelanjutan dari National Action Plan SCP Indonesia yang telah disusun oleh Forum SCP Indonesia;
  • Comments
  • About post
Leave a Reply

posted on March 27, 2014
in Berita, Blog
about author Proper
All posts by this author

2013 © Training Proper PT.Benefita Indonesia